bersembunyi di sudut-sudut benak,
suaramu menyelinap di antara resah yang kusimpan.
mengapa datang terlalu senja,
kala tak ada lagi kata yang tersisa?
sekumpulan catatan acak dari momen-momen dan situasi yang juga acak. semoga berkenan :)
Monday, May 28, 2012
Monday, May 14, 2012
[060512]
aku ingin bergelung dalam peluk,
pada sepotong kisah yang terhenti pada pagi
ketika jemari yang belum lagi terpaut,
tergenggam larut
dalam sesaat nyaman yang terjanji
bukan pada hati.
dan hanya selembar kain yang mengingat
harummu, harumku
kala kita mencuri sepotong malam tanpa nama
mengulur rengkuh, menunda getir
walau sejenak.
pada sepotong kisah yang terhenti pada pagi
ketika jemari yang belum lagi terpaut,
tergenggam larut
dalam sesaat nyaman yang terjanji
bukan pada hati.
dan hanya selembar kain yang mengingat
harummu, harumku
kala kita mencuri sepotong malam tanpa nama
mengulur rengkuh, menunda getir
walau sejenak.
Friday, April 27, 2012
[pada laut]
maka kata memudar kala rasa yang tersisa.
dan gelapmu memekat, memikat.
sungguh,
ajarkan aku lebur dalam pusaranmu yang lelap dan hening.
november 2011
(thanks to skee for the second verse)
dan gelapmu memekat, memikat.
sungguh,
ajarkan aku lebur dalam pusaranmu yang lelap dan hening.
tidak bersauh biduk jauh - enggan dikayuh
pada laut yang tak juga patuh.
lalu terlena hanyut bersama arus, mengalun ombak.
menanti badai, pasrah tak berlabuh.
november 2011
(thanks to skee for the second verse)
Tuesday, March 13, 2012
[140312]
aku cemburu pada bulan yang menggerakkan ombak, katamu.
namun bulan menatap iri pada dekap sang ombak yang mencinta pantai,
tempat ia menyembunyikan rahasianya yang terdalam pada palung-palung sunyi;
gulungan buih yang berikrar sampai mati
akan selalu kembali.
namun bulan menatap iri pada dekap sang ombak yang mencinta pantai,
tempat ia menyembunyikan rahasianya yang terdalam pada palung-palung sunyi;
gulungan buih yang berikrar sampai mati
akan selalu kembali.
[090312]
aku mengingatmu sebagai kata pertama yang diucap senja pada malam yang menjemputnya.
dan pada deras terindu yang kembali dieja,
aku ingin bertanya,
masihkah hujan selalu menantimu?
dan pada deras terindu yang kembali dieja,
aku ingin bertanya,
masihkah hujan selalu menantimu?
Monday, March 5, 2012
[percakapan dengan resah]
aku adalah titik hujan, perlahan jatuh
dan kau merunduk, menghitungi kuntum bunga yang tumbuh,
sementara aku sudah membasuh kuyup tengkukmu.
(040312)
aku mengandaikanmu sebagai kelabu,
menggantung di tepian hujan.
dan kala rindu berhenti menggenang,
masihkah kau bersiap menetes untuk kesekian kalinya?
(060312)
dan kau merunduk, menghitungi kuntum bunga yang tumbuh,
sementara aku sudah membasuh kuyup tengkukmu.
(040312)
aku mengandaikanmu sebagai kelabu,
menggantung di tepian hujan.
dan kala rindu berhenti menggenang,
masihkah kau bersiap menetes untuk kesekian kalinya?
(060312)
Saturday, February 11, 2012
[110212]
mungkin matahari yang menyimpan semua tanya;
di antara kata-kata kita, hanya muncul ragu.
dan aku terbakar,
tertipu sang langit yang terlalu biru.
di antara kata-kata kita, hanya muncul ragu.
dan aku terbakar,
tertipu sang langit yang terlalu biru.
Subscribe to:
Posts (Atom)